Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Koin Untuk Maripah

MOGA - Bencana bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja.  Karena bencana rasa kerukunan dan kebersamaan akan terpupuk dengan sendirinya. Kadang, dengan adanya bencana rasa sosial kita semakin terasah, kepedulian kita terhadap sesama pun semakin terpupuk.
Hal ini pula yang mendasari Gerakan Koin untuk Maripah, di Desa Pepedan, Kecamatan Moga. Rumah Maripah (63) menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi Senin malam (7/2) . Bencana mengakibatkan rumah milik Maripah yang berada di RT 3 RW 1 nyaris roboh. Pasalnya, sebagian tanah rumahnya ikut longsor.
Kepala Desa Pepedan Tantofi  membenarkan peristiwa itu terjadi. Pihaknya sudah melaporkan ke Kecamatan Moga dan Kesbangpollinmas Kabupaten Pemalang. Bahkan sudah memperoleh bantuan dari Dinsosnakertrans Kabupaten Pemalang untuk meringankan beban korban.

"Para mahasiswa KKN Tematik Posdaya Unsoed di Desa Pepedan juga turut membantu dengan menggerakkan koin Maripah, hasilnya lumayan," imbuhnya.

Koordinator Mahasiswa KKN Desa (Kormades) Pepedan Kecamatan Moga Muhamad Zaenudin Mahasiswa Fakultas Hukum yang didampingi lima mahasiswa lainnya menuturkan sebagai bentuk kepedulian bagi para mahasiswa yang melakukan KKN Tematik Posdaya, khususnya di  Kecamatan Moga memberikan sumbangsih berupa koin Maripah. Hasilnya mencapai Rp.400ribuan lebih. Sebagian untuk kegiatan kerja bakti dan dua bagian lainnya untuk membantu memperbaiki rumah korban dengan membuat talud disamping rumah korban.

"Untuk menggerakkan keswadayaan masyarakat dibutuhkan pengorbanan, dan ketulusan," tutur Subchan Mahasiswa Fakultas  Ilmu Kedokteran jurusan Kesehatan Masyarakat. Secara terpisah, Kepala Kantor Kesbangpollinmas Kabupaten Pemalang  Drs Wahtu Sukarno A, MSi kepada Radar di ruang kerjanya, Jumat (18/2) mengatakan, para mahasiswa melalukan koin Maripah untuk membantu itu hal yang wajar karena merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. (gtr)

3 comments for "Koin Untuk Maripah"

  1. Ya biasanya klo orang kecil justru lebih peka hatinya, daripada para pemimpin kita yang pikirannya duit, kekuasaan, jabatan...

    ReplyDelete
  2. Setuju boss...

    ReplyDelete