Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BMKG: Curah Hujan Tinggi, Waspadai Ancaman Longsor di Jawa Tengah

BMKG: Curah Hujan Tinggi, Waspadai Ancaman Longsor di Jawa Tengah

Infomoga.com
-- Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang merilis prakiraan curah hujan wilayah Jawa Tengah (Jateng) November 2020. Curah Hujan di Jateng pada umumnya berkisar antara 201 - 500 mm/bulan.

Hanya beberapa kota yang diperkirakan curah hujannya 150 - 200 mm, yakni Kota Tegal, Kota pekalongan, sebagian besar Kab. Rembang, sebagian Kab. Jepara dan Pati, sebagian wilayah utara Brebes, Tegal, Pemalang dan Pekalongan, sebagian wilayah barat laut Kab. Batang, sebagian kecil wilayah utara Kab. Blora.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kecamatan Moga & Sekitarnya Hari Ini, Waspadai Hujan Sore Nanti

Sedangkan sebagian wilayah Kab.Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga, sebagian wilayah selatan Kab. Pekalongan, sebagian wilayah tenggara Kab. Pemalang, sebagian wilayah utara Kab. Purworejo diprakirakan curah hujannya mencapai >500 mm.

Kepala BMKG Jateng Tuban Wiyoso mengatakan bahwa prakiraan sifat hujan bulan November 2020 umumnya Normal (N) Atas Normal (AN) seperti dikutip dari Bisnis.com (1/11/2020).

"Anomali suhu permukaan laut tanggal 1 - 10 Oktober 2020 di sebelah utara Pulau Jawa lebih hangat dari biasanya sekitar 0 s/d 0.4 °C, di sebelah selatan Pulau Jawa lebih dingin dari biasanya sekitar -0.4 s/d 0 °C," katanya melalui siaran pers.

Baca juga: Ini Cara dan Syarat Dapatkan Bantuan UMKM Online Rp 2,4 Juta

Tuban Wiyoso mengatakan, kondisi tersebut tidak begitu berdampak pada berkurang atau bertambahnya penguapan dari perairan di sekitar Jawa (Jawa Tengah).

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, ia menerangkan perlunya kewaspadaan dan kesiapsiagaan akan terjadinya bencana gerakan tanah (tanah longsor) terutama pada lokasi-lokasi yang mempunyai karakteristik kerentanan gerakan tanah menengah-tinggi/tanah mudah longsor seperti wilayah pegunungan dan dataran tinggi.

Post a Comment for "BMKG: Curah Hujan Tinggi, Waspadai Ancaman Longsor di Jawa Tengah"