Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemalang Bagian Selatan Dilanda Cuaca Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Cuaca Dingin, Bediding, BMKG, Pemalang, Moga, Pemalang Selatan, Gunung Slamet

Infomoga.com
-- Suhu udara di Pemalang Selatan terutama wilayah Moga dan sekitarnya dalam beberapa hari belakangan terasa lebih dingin dari biasanya. Kondisi tersebut terjadi pada malam, bahkan pagi hari.

Cuaca dingin lebih terasa di wilayah Pegunungan Slamet, seperti di Desa Clekatakan yang merupakan Desa terdekat dari puncak Gunung Slamet.

Aris (28), salah seorang warga Desa Clekatakanb, Kecamatan Pulosari yang dikonfirmasi Infomoga menuturkan, sudah tiga - empat hari belakangan ini terasa begitu dingin.

"Ampun mas, dingin banget kalau malem, sempripit" ungkapnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.
Ia menambahkan, cuaca dingin juga melanda saat dini hari menjelang hingga terbit matahari.

Penjelasan BMKG

Dikutip dari Kumparan.com (8/7/2021), Dijelaskan oleh Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Siswanto, cuaca dingin di sejumlah wilayah Jawa ini terkait dengan fenomena Bediding atau kondisi lebih dingin pada periode puncak musim kemarau.

Ia menjelaskan, saat ini Jawa dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menuju periode puncak musim kemarau, mulai dari Juli hingga Agustus atau September. 

Pada periode ini, angin yang bertiup dominan timuran dari Benua Australia membawa massa udara yang umumnya bersifat lebih kering dan dingin.

Terlebih saat ini di Benua Australia sedang mengalami puncak musim dingin. Demikian juga angin monsun Australia yang melewati perairan Samudera Indonesia, di mana suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin.

Dengan kata lain, mbediding adalah perubahan suhu yang mencolok khususnya di awal musim kemarau.

Cuaca Dingin, Bediding, BMKG, Pemalang, Moga, Pemalang Selatan, Gunung Slamet
Embun Es akibat suhu ekstrem di Dieng. (Dok. UPT Pengelola OW Disparbud Kab. Banjarnegara)

Lebih dingin saat pagi

Suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi, sementara di siang hari suhu melonjak hingga panas menyengat.

Pada saat puncak musim kemarau, umumnya jarang terjadi hujan. Tutupan awan berkurang sehingga panas permukaan Bumi akibat radiasi Matahari lebih cepat dan lebih banyak yang dilepaskan kembali ke atmosfer berupa radiasi balik gelombang panjang.

Langit yang cenderung bersih dari awan atau clear sky akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepaskan ke atmosfer luar sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.

Bahkan, kata Siswanto, ini pula yang menyebabkan di beberapa wilayah seperti Dieng dan dataran tinggi lainnya, berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.

Post a Comment for "Pemalang Bagian Selatan Dilanda Cuaca Dingin, Ini Penjelasan BMKG"