Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tekwinan, Tradisi Unik Memperingati Maulid Nabi

Tekwinan, Budaya, Tradisi, Maulid Nabi, Muludan, Tekuwi, Tekuwinan, Moga, Pulosari, Pemalang

Infomoga.com 
-- Datangnya bulan Maulid disambut suka cita masyarakat muslim Indonesia, tak terkecuali masyarakat Kecamatan Moga dan sekitarnya. Beragam cara dan tradisi dilakukan untuk menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad.

Masyarakat biasanya memperbanyak lantunan sholawat hingga melaksanakan tradisi pembacaan kitab al-Barzanji atau sirah nabawiyah dengan metode halaqoh yang dibersama-sama secara bergantian yang bertempat di masjid-masjid dan mushala.

Dalam tradisi pembacaan maulid nabi yang dilakukan dari tanggal satu hingga dua belas Rabiul Awal tersebut juga dibarengi dengan tradisi takwinan atau tekwinan yang digelar pada malam ke delapan Rabiul Awal.

Baca juga: Dugdag, Tradisi yang Mulai Jarang Ditemui

Tradisi Tekwinan, tradisi berbagi atau bertukar makanan usai pembacaan maulid di hari ke-8 ini sebagai wujud rasa syukur dan gembira menyambut peringatan hari kelahiran sang Rosulullah. 

Tradisi tersebut diramaikan dengan adanya “Takiran“, yaitu tempat yang terbuat dari daun pisang atau daun jati yang dibikin sedemikian rupa membentuk wadah menyerupai mangkok yang berisi aneka macam jajanan tradisional atau dikenal juwada pasar. 

Namun, seiring berjalannya waktu, peran takir digantikan "Cepon" atau bakul nasi atau untuk orang-orang yang berada biasanya menggunakan peralatan dapur seperti ember atau baskom dengan isi yang lebih beragam dan lebih wah.

Untuk menarik minat anak-anak

Pada awalnya, tradisi ini bermaksud untuk mengundang anak kecil agar mau ikut ke masjid atau mushola mengikuti rangkaian pembacaan maulid yang biasanya berlangsung lama. 

Dengan disediakan aneka makanan tersebut diharapkan anak-anak menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti maulidan. 

Tekwinan biasanya isinya aneka jajanan anak kecil, buah, dan apabila beruntung, terkadang ada yang menyelipkan beberapa lembar rupiah di dasar cepon atau bakul yang tentunya menambah kegembiraan bagi yang memperolehnya.

Baca juga: Tradisi Prepegan, Keramaian Pasar Moga Menjelang Lebaran

Tradisi ini ternyata tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Moga dan sekitarnya, tetapi juga telah berlangsung secara turun-temurun dan hingga kini terus dilakukan di sejumlah wilayah seperti BrebesTegal.

Unik ya likkk! 

Semoga tradisi ini akan terus ada dan lestari sebagai bentuk kearifan lokal yang syarat akan pesan-pesan moral pentingnya kebersamaan dan berbagi diantara kita juga  sebagai bentuk rasa syukur akan kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W.

Post a Comment for "Tekwinan, Tradisi Unik Memperingati Maulid Nabi "