Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemalang Kembali ke PPKM Level 3, Bupati Agung Ungkap Penyebabnya

Pemalang, PPKM, PPKM Jawa-Bali, Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, Vaksinasi, Vaksinasi Covid-19, PPKM Level 3

Infomoga.com
--  Kabupaten Pemalang kembali berstatus level 3 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali periode ini. Masih kurangnya persentase warga yang divaksinasi menjadi penyebab utama kenaikan tersebut.

Seperti diketahui, Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4,3, dan 2 di wilayah Jawa-Bali mulai 19 Oktober sampai 1 November 2021.

Berdasarkan data terbaru dari Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM, kini  Pemalang kembali naik PPKM Level 3, setelah pada PPKM sebelumnya berada di level 2.

Baca juga: Rilis BPS Penduduk Kecamatan Moga Terbaru: Banyumudal Terbanyak, Moga Terpadat

"Terhitung 19 Oktober 2021 Pemalang kembali ke level 3."  ungkap Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Desa Rowosari Kecamatan Ulujami. Selasa (19/10/2021) seperti dilansir laman pemalangkab.go.id.

Masih rendahnya persentase vaksinasi Covid-19 yang menjadi kriteria penilaian,  menjadikan Kabupaten Pemalang harus kembali naik ke level 3.

Untuk diketahui, vaksinasi di Pemalang masih berkisar 30 persen. Padahal untuk berada di  level 2 dibutuhkan sekurang-kurangnya 50 persen warga yang sudah divaksinasi.

"Pemalang harus mencapai target minimal vaksinasi (50 persen) atau kurang lebih 600 ribu orang," jelas Mukti Agung Wibowo.

Untuk itu, Bupati menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Pemalang yang belum divaksinasi segera mendatangi sentra-sentra vaksinasi terdekat untuk melakukan vaksinasi.

Terakhir, Pihaknya meminta masyarakat terus membiasakan diri dengan kenormalan baru (New Normal) seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Post a Comment for "Pemalang Kembali ke PPKM Level 3, Bupati Agung Ungkap Penyebabnya"