Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SA Akhirnya Dimakamkan, Kisah Mengharukan Keluarga yang Enggan Makamkan Anaknya yang Telah Meninggal di Plakaran

Remaja Meninggal di Plakaran, Sokatapa Plakaran, desa Plakaran, Moga, Pemalang, Polsek Moga

"Kullu nafsin żā`iqatul-ma
t, umma ilainā turja'n"

Artinya: "Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan."


Infomoga.com -- Plakaran, Penggalan ayat dari surat Al-Ankabut tepatnya ayat 57 mengandung arti dan makna bahwa jika kamu khawatir mati kelaparan akibat hijrah ke tempat lain, ketahuilah bahwa kamu pasti akan mati dengan cara lain.


Kisah keluarga di Desa Plakaran, Kecamatan Moga ini bisa dijadikan cerminan diri. Kehilangan kadang menuntut keikhlasan dan kerelaan. Ikhlas menerima takdir ilahi dan kerelaan bahwa semua akan kembali kepada sang khalik.

Dikutip dari Liputan6.com (12/1/2022), Kepolisian Sektor (Polsek) Moga Polres Pemalang Jawa Tengah awalnya menerima laporan dari perangkat desa Plakaran, Moga terkait adanya warga yang belum memakamkan anaknya yang telah meninggal beberapa hari sebelumnya, Minggu (9/1/2022).

"Setelah menerima laporan, Polsek Moga bersama Forkopimca dan Tokoh masyarakat segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolsek Moga AKP Dibyo Suryanto, dalam keterangan tertulis, Selasa malam (11/1/2021).

Kapolsek Moga AKP Dibyo Suryanto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) dan tokoh masyarakat Kecamatan Moga akhirnya berhasil memberikan pemahaman kepada keluarga untuk memakamkan SA (14).

Melalui pendekatan persuasif yang dilakukan oleh Aparat Polsek Moga, Pemalang bersama Forkopimca dan tokoh masyarakat, Kapolsek Moga mengatakan, akhirnya kedua orang tua SA (14) mengizinkan petugas untuk melakukan pemeriksaan secara medis.

"Dari pemerikasaan yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Banyumudal Moga, diperkirakan SA telah meninggal dunia beberapa hari dikarenakan penyakit TB Paru yang dideritanya," jelas Kapolsek.

Polisi Upayakan Pendampingan Psikologi

Lebih lanjut Kapolsek Moga mengungkapkan, pihak keluarga SA telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

"Sudah dimakamkan Minggu (9/1/2022) malam, alhamdulillah pihak keluarga sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah," kata Kapolsek.

Semantara itu Kapolres Pemalang menyampaikan, bahwa tindak lanjut adanya temuan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan psikologi Polda untuk melakukan trauma healing terhadap keluarga tersebut.

"Kita bantu semaksimal mungkin untuk mengembalikan psikogis yang bersangkutan," tutup ari.

dari kisah tersebut diatas bisa kitak petik pelajaran berharga, bahwa selalu ada takdir yang mengiringi kemana pun kita melangkah. Ikhlas dan ridho adalah kuncinya. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.

sumber: Liputan6.com & Polopor.net

Post a Comment for "SA Akhirnya Dimakamkan, Kisah Mengharukan Keluarga yang Enggan Makamkan Anaknya yang Telah Meninggal di Plakaran"