Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjadi Lagi, Pemerkosaan Berujung Kematian

Ilustrasi
Mogaraya - Kekerasan seksual terus terjadi disekitar kita, dari yang sifatnya pelecehan seksual sampai pemerkosaan disertai pembunuhan. 

Seperti yang terjadi di Pemalang belum lama ini, maksud hati ingin menyelamatkan diri dari aksi bejat para pemuda berandalan yang tengah mabuk akibat pengaruh minuman keras, seorang gadis berinisial AM (17)nekat terjun ke sungai, tapi malang gadis remaja tersebut justru tewas tenggelam. 

Berdasarkan laporan masyarakat tentang penemuan mayat serta laporan korban kekerasan seksual lainnya yang juga teman korban AM, yakni CO (18, kemudian aparat kepolisian Resor Pemalang, Jawa Tengah, bergerak cepat, aparat. Dari para tersangka terungkap, mereka melakukan aksi bejatnya pada 19 Mei 2016 lalu, di sebuah gubuk di Kecamatan Taman. 

Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Haryo Setyo seperti dirilis Kompas.com, mengatakan, terungkapnya kasus pemerkosaan ini berawal dari penemuan mayat perempuan di sebuah sungai yang tidak jauh dari lokasi kejadian serta laporan korban CO, warga Desa Pener, Petarukan, Pemalang, yang menjadi korban pemerkosaan oleh belasan pemuda. 

 "Memang awalnya dari penemuan mayat, kemudian kami lakukan visum dan penyelidikan. Setelah melakukan pengembangan ternyata ada kaitannya dengan kasus laporan pemerkosaan," kata Haryo, Senin (23/5/2016). 

Haryo menambahkan, 12 pelaku melakukan aksinya karena terpengaruh minuman keras. Dari hasil penyelidikan pula, korban AM tewas setelah berusaha melarikan diri dengan menceburkan diri ke sungai. 

 "Dari keterangan korban yang masih hidup, AM berlari setelah sebelumnya membohongi para pelaku untuk ganti baju. Hasil visum luar korban tewas yang dilakukan oleh dokter puskesmas tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, namun akan dilakukan upaya medis untuk ahli forensiknya," tambahnya. 

Hingga kini, polisi sudah mengantongi semua nama pelaku yang masih buron.

@Mogaraya, 2016

Post a Comment for "Terjadi Lagi, Pemerkosaan Berujung Kematian"