Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kembangkan Aplikasi Pengubah Bahasa Arab menjadi Huruf Braille, Tim Indonesia Masuk 5 Besar Hackathon Tingkat Asia Pasifik

hackathon microsoft ai for accessibility, hackathon asia pacific, arabic braille converter, microsoft

Infomoga.com --
Wakil Indonesia diajang  kompetisi Hackathon Microsoft AI for Accessibility (AI4A) Arabic Braille Converter, berhasil masuk sebagai lima besar tingkat Asia Pasifik. Dengan prestasi tersebut, tim Arabic Braille Converter akan menerima pelatihan dari Microsoft dan mitra-mitra Microsoft.

Tim ini menciptakan solusi untuk menjembatani kesenjangan disabilitas dengan mengembangkan aplikasi yang dapat memindai dan mengubah teks atau grafik Bahasa Arab ke dalam format Braille Indonesia, yang dapat dibaca oleh pembaca layar atau tampilan braille. 

Solusi ini juga memiliki fungsi untuk menerjemahkan kembali dari Bahasa Arab Braille ke dalam teks Arab.

Baca juga: Nur Rofiah: Aktivis, Ulama, dan Akademisi Penafsir Islam yang Ramah kepada Perempuan

“Bulan Mei merupakan waktu yang penting bagi kami untuk melihat besarnya potensi kontribusi penyandang disabilitas, melalui peluncuran program awareness, pelatihan, dan bimbingan dengan pelanggan, mitra, serta komunitas kami di seluruh wilayah ini,” ujar Chair for Diversity, Inclusion, dan Accessibility Microsoft Asia Pasifik, Pratima Amonkar.

Berdasarkan tantangan kehidupan nyata yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, 14 organisasi nirlaba merumuskan sejumlah pokok permasalahan yang selanjutnya digunakan peserta AI4A Hackathon untuk membangun solusi inovatif di seputar tema transportasi, wearable device, dan alat bahasa.

Dengan lebih dari 1 miliar penyandang disabilitas di dunia, dan 650 juta di Asia, Microsoft menilai bahwa aksesibilitas sangat penting untuk mewujudkan misi perusahaan, yaitu memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di planet ini untuk mencapai lebih banyak hal. Aksesibilitas adalah sarana yang memungkinkan inklusi bagi penyandang disabilitas.

Di tahun ketiganya ini, Hackathon AI4A mempertemukan 75 tim untuk memecahkan tantangan dunia nyata yang dihadapi penyandang disabilitas. 

Hackathon ini bertindak sebagai batu loncatan para creator dan developer untuk meluncurkan aplikasi mereka, dengan hadiah uang tunai, dukungan dari pakar teknis Microsoft, dan pendampingan berkelanjutan untuk mengembangkan solusi ini di Microsoft Azure.

“Kami terinspirasi melihat besarnya antusiasme peserta hackathon tahun ini untuk meningkatkan kehidupan penyandang disabilitas. Selamat kepada para pemenang, yang dengan penuh semangat menghadirkan solusi-solusi luar biasa,” tambah Amonkar seperti dikutip dari gatra.com.

Selain tim Arabic Braille Converter, tim MeetMeHear dari Singapura juga berhasil masuk ke dalam lima besar dengan aplikasi mereka yang membantu penyandang tunarungu dan gangguan pendengaran, agar dapat berkomunikasi lebih baik dengan orang lain selama pertemuan fisik. 

Baca juga: Kuota Haji 2022, Jawa Tengah Siap Berangkatkan 13.868 Jamaah

Hal ini dapat dilakukan melalui penggunaan AI untuk pengenalan ucapan, guna memberikan teks langsung yang lebih akurat.

Sementara itu, tiga pemenang utama dalam Hackathon AI4A tahun ini adalah Tim Asclepius dari Thailand, Tim SWIFT Responders dari Singapura, dan Tim EIA dari Filipina. 

Mereka menciptakan solusi yang meliputi alat bantu komunikasi berkemampuan AI untuk penyandang tunarungu, sebuah sistem cerdas yang memungkinkan penyandang disabilitas fisik untuk hidup mandiri, serta sistem perbankan inklusif bagi penyandang tunanetra.

Post a Comment for " Kembangkan Aplikasi Pengubah Bahasa Arab menjadi Huruf Braille, Tim Indonesia Masuk 5 Besar Hackathon Tingkat Asia Pasifik"