Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berlatih Terbang Rendah Pesawat Diduga Jatuh Pegunungan Slamet

 
Seorang anggota TNI menunjukkan bukit Pesamoan lokasi diduga jatuhnya pesawat latih di Desa Simereng, Pulosari, Pemalang, Jateng, Rabu (12/6). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ss/ama/13

SIREMENG- Suasana tenang Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Jawa Tengahan mendadak menjadi riuh dan gempar seiring dengan beredarnya kabar telah jatuhnya sebuah pesawat di desa yang terletak dilereng gununng Slamet tersebut. Desa di perbukitan yang berjarak sekitar 45 kilometer arah selatan ibu kota Kabupaten Pemalang itu terusik dengan adanya informasi helikopter/pesawat jatuh pada Selasa (11/6/2013) malam. Ratusan warga berkumpul di kaki Bukit Pesamoan di desa itu. 

Ratusan warga berkumpul, menanti kepastian informasi yang berkembang di masyarakat. Ratusan warga lain berbondong-bondong mendaki Bukit Pesamoan yang berada pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan air laut. Warga bersama anggota TNI dan Tim SAR mencoba menyisir hutan pinus di perbukitan itu, mencari bangkai helikopter yang diduga jatuh. Tim SAR dari Kabupaten Tegal dan Purbalingga, Jateng, juga membantu mencari helikopter atau pesawat apa pun yang dikabarkan jatuh semalam. 

Seperti dilansir Kompas.com dan Okezone, kabar kehebohan warga sebenarnya sudah berlangsung sejak Selasa malam. Hal itu bermula pada Selasa petang saat warga melihat helikopter terbang rendah. Bahkan, warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, yang berbatasan dengan Kecamatan Pulosari juga mengaku melihatnya sejak sore hari. Sebagian warga mengaku melihat helikopter, sebagian lainnya melihatnya sebagai pesawat berwarna hitam.

 ”Awalnya ada warga berteriak ada pesawat jatuh,” ujar Fauzan, warga Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, yang ikut mendaki Bukit Pesamoan sejak Selasa malam. Warga berteriak sebab melihat pesawat itu oleng dan hilang di rerimbunan hutan dan kabut di Bukit Pesamoan. 

Eko Budi Mulyawan, mantan Kepala Desa Pulosari, ikut mendaki Bukit Pesamoan. Selasa petang, ia mendengar suara deru pesawat di atas rumah warga. Namun, ia tak bisa memastikan jenis pesawat yang dilihatnya. Ia mengatakan, selama ini wilayah Kecamatan Pulosari biasa dilewati pesawat terbang. Namun, ia tak tahu jenis pesawat yang biasa melintas wilayah yang terletak di sisi utara Gunung Slamet tersebut. 
  
Warga berupaya mencari lokasi yang diduga menjadi tempat helikopter atau pesawat jatuh dengan memakai senter. Jalan raya di depan rumahnya sesak oleh kendaraan. Rabu sore, pencarian dihentikan akibat cuaca buruk menyusul turunnya kabut hingga menghalangi jarak pandang.

Pesawat Sedang Latihan Terbang Rendah 
Kabar hilangnya pesawat Pesawat yang diduga hilang atau jatuh di pegunungan Slamet, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Selasa, 11 Juni petang, ternyata pesawat latih yang sedang berlatih terbang rendah. 


Latihan bersama itu dilakukan TNI AU dan USA Air Force dengan mengelilingi Gunung Slamet tanpa pemberitahuan kepada warga setempat. 

Komandan Koramil 13 Pulosari, Kapten (Inf) Heri Purnomo, mengatakan, penyisiran yang dilakukan sejak Selasa malam dihentikan pada Rabu, 12 Juni malam sekira pukul 18.00 WIB. 

Tim pencari yang terdiri personel TNI dan SAR akhirnya ditarik setelah mendapat kepastian dari Danlanud Wirasaba. 

 “Tim pencari ditarik setelah ada informasi dari Wirasaba bahwa pesawat yang diduga mengalmai kecelakaan itu sedang latihan terbang rendah. Habis Maghrib orang yang berjumlah ratusan turun dari lokasi pencarian,” kata Heri, Kamis (13/6/2013). 

Dia menjelaskan, tim pencari juga sempat melihat sebuah pesawat yang terbang rendah di seputar Gunung Slamet kemarin sore sekira pukul 17.30 WIB. Namun, dia enggan menyebut jenis pesawat yang disaksikan ratusan warga tersebut. 

“Kami sempat melihat pesawat serupa terbang mengelilingi Gunung Slamet saat melakukan pencarian,” ujarnya. 

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, Danlanud Wirasaba Purbalingga melaksanakan koordinasi dengan Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Dari koordinasi itu diperoleh informasi pesawat yang diduga jatuh tersebut merupakan jenis Hercules milik TNI AU dan USA Air Force yang sedang melaksanakan latihan bersama di Lanud Husein Sastranegara. 

Nama latihan itu adalah ‘Take Iron’ dengan wilayah terbang mencapai di seputar Gunung Slamet. Latihan yang dilaksanakan menjelang malam hari itu bernama Low level Navigation (terbang rendah di bawah 1.000 feet untuk menghindari frekuensi radar/agar tidak terdeteksi radar). 

Satradar Tegal dan Purbalinngga saat itu juga tidak bisa mendeteksi keberadaan pesawat tersebut karena melaksanakan terbang rendah. Menurut informasi, latihan terbang rendah itu akan berlangsung lagi di daerah Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga.

Post a Comment for "Berlatih Terbang Rendah Pesawat Diduga Jatuh Pegunungan Slamet"