Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ternyata! Siswi MTs Bojong yang Menjadi Korban Pembunuhan di Hutan Pinus


PLAKARAN - Identitas mayat perempuan muda dikawasan hutan Pinus, Desa Plakaran, Kecamatan Moga, beberapa waktu lalu mulai terkuak. Dari hasil olah TKP dan penelusuran bukti-bukti serta informasi dari masyarakat, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi korban. Mayat tersebut ternyata  Asqiatul Asvia (16) warga  Desa  Bojong RT 07 RW 01, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Terkuaknya identitas korban berawal dari informasi ihwal hilangnya seorang perempuan asal Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Keluarganya melapor ke Polisi Sektor Bojong, Rabu malam. Pihak keluarga yang mengecek adanya penemuan korban pembunuhan, setelah melihat foto wajah korban akhirnya diyakini itu sebagai AA. Korban AA juga tercatat sebagai siswi Klas 3 MTs Hasyim Asyari Bojong - Kab. Tegal.

Berdasarkan informasi, Rabu (13/6) sore pukul 17.00 korban pamit untuk pergi ke warung yang tidak jauh dari rumahnya. Namun sejak itu, korban tidak kembali hingga akhirnya ditemukan sudah menjadi mayat Kamis (13/6) pagi pukul 06.00.

Meski identitas korban sudah dikenali, namun hingga saat ini pelaku masih belum diketahui, aparat keamanan juga masih melakukan  penyelidikan intensif dan terus memburu pelaku pembunuhan.

Sementara bekas lokasi pembunuhan yang terpasang garis Polisi masih menjadi tontonan masyarakat, meski TKP berada di dalam Hutan Pinus Petak 24 B namun tidak menyurutkan masyarakat yang penasaran untuk mengetahuinya. Peristiwa tersebut juga masih menjadi perbincangan hangat masyarakat, karena pelaku dinilai sangat sadis dalam menghabisi nyawa korban.(Elf)

3 comments for "Ternyata! Siswi MTs Bojong yang Menjadi Korban Pembunuhan di Hutan Pinus"

  1. tolong ....buat yg tau identitas pelaku lapor ke pihak berwajib, agar tenang arwah korban ,,,amienn

    ReplyDelete
  2. Kalo begini HUKUMAN MATI harus tetap berlaku, masa ada Pengacara TOP pimpin masa demo agar HUKUMAN MATI di hapus nama & org nya pasti tau kan...... akhirnya orang tidak takut bunuh orang...tidak ada efek jera. ....... masyarakat menjadi resah....kalo dia kan sdh org berada yg jauh dari lingkungan bunuh membunuh.

    ReplyDelete