Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

22 Anggota Gafatar Tiba di Pemalang, Langsung Mendapat Pembinaan

Logo Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR)
Pemalang, Mogaraya.com – Sebanyak 22 anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berasal dari beberapa desa di wilayah Pemalang telah tiba di Pemalang sekitar pukul 19.30 WIB Minggu (31/1). Mereka dipulangkan ke Pemalang setelah ditampung di Asrama haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah. 

Puluhan orang anggota Gafatar ini untuk sementara ditampung di komplek perkantoran Perusda kabupaten Pemalang, sambil diberi pembekalan sekaligus pencerahan sebelum mereka dipulangkan dan diterima  kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Ketua MUI Pemalang Saifullah menjelaskan kepada beberapa media menjelaskan pembekalan bertujuan untuk memberi pencerahan sekaligus menumbuhkan kesadaran kepada mereka bahwa sebuah ajaran yang mengingkari rukun Islam maupun rukun Iman berarti ajaran tersebut cenderung sesat, dan mereka( anggota gafatar) adalah orang baik.

“Hanya saja mereka menjadi korban karna mungkin awalnya ada iming-iming kehidupan yang lebih baik sehingga mereka terdoktrin untuk mengikutinya, oleh karena itu prinsipnya pencerahan yang diberikan lebih ke dasar ajaran agama Islam dimana salah satunya yakni mengembangkan kasih sayang dan tolong menolong karena Islam adalah agama Rokhmatan lil a'alamin".pungkasnya.

Plt. Bupati Pemalang, Drs. Budhi Rahardjo, MM mengatakan,“Ke 22 mantan anggota Gafatar, yang berasal dari desa Paduraksa, Pelutan, Sewaka, Taman, Kemuning, Sarwodadi, dan Kebojongan sekarang sedang mendapatkan pembinaan dan bimbingan mental, baik dari Pemda, MUI, kepolisian, maupun Kodim,"

Ia juga mengatakan, mereka belum diketahui pasti berapa lama ditampung tapi yang pasti, mereka baru akan dikembalikan kepada keluarga di desa masing-masing ketika sudah dipastikan oleh kepala desa bahwa mereka dapat diterima masyarakat dan diharapkan para kades diharapkan  sosialisasi, pengertian dan pemahaman kepada masyarakat untuk bisa menerima mereka kembali agar tidak menimbulkan konflik yang tidak diinginkan.



Harus Dijemput Kepala Desa

Drs Budi Rahardjo juga menegaskan yang menjemput mereka harus kepala Desa,“ diharuskan yang menjemput mereka nantinya adalah kepala desa, dan agar tidak kecolongan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,  telah disiagakan Satpol PP dan Linmas dan Anggota Polisi serta memperketat penjagaan untuk kenyamanan dan keamanan mereka," pungkasnya. 

Post a Comment for "22 Anggota Gafatar Tiba di Pemalang, Langsung Mendapat Pembinaan"