Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Program Desa Informatika Kabupaten Pemalang


Mogaraya - Bupati Pemalang Junaedi beserta rombongan SKPD diundang oleh sebuah televisi di Yogyakarta untuk memaparkan mengenai prospek desa informatika yang sudah berjalan, Sabtu (29/10) malam. Sekda Budhi Rahardjo mengemukakan, saat ini Pemalang serius menciptakan desa informatika, sehingga banyak pihak yang tertarik. Sebelum diundang TVYogyakarta, Bupati juga pernah diundang ke Papua untuk memaparkan hal serupa oleh Kementerian Kominfo. 

”Pemalang adalah satu-satunya kabupaten di Indonesia yang informatika desanya masuk dalam Perda RPJMD. Jadi Pemkab punya perhatian khusus dan menganggap hal itu sangat penting. Banyak yang meminta Bupati menjadi narasumber,” ucap Budhi Rahardjo, kemarin, seperti dirilis Suara Merdeka.

Penerapan informatika desa itu nanti akan menyangkut mengenai akses kegiatan pemerintahan desa baik dalam penyusunan anggaran ataupun laporan pertanggungjawabannya. Di samping itu, akan menopang pula kegiatan perekonomian desa. Menurut Sekda, nanti di tiap desa akan didirikan badan usaha milik desa (BUMDes). Agar tidak terpeleset seperti koperasi simpan pinjam, nanti BUMdes akan digabung menjadi badan usaha antardesa dalam bentuk holding company, semacam PT. Direksinya dipilih dari orangorang profesional melalui tes kelayakan dan kepatutan. Aktivitas holding company itu nanti akan memenuhi seluruh kebutuhan desa dan masyarakatnya yang masuk dalam program kerja BUMDes. Misalnya desa butuh material, saprodi atau kebutuhan keluarga seperti gas dan minyak. Hal itu bisa dilayani oleh BUMDes.

Keuntungan Disparitas
Sementara itu, yang terjadi selama ini kebutuhan material dan lain-lain masyarakat desa dibeli lewat pengecer atau agen. Sementara itu, agen membeli ke produsen. Jika sirkulasi bisnis itu dipotong dan kebutuhan bisa dibeli langsung dari produsen, akan terjadi disparitas harga. Keuntungan dari disparitas harga itu akan kembali ke desa melalui BUMDes. Untuk melaksanakan program besar itu, Bupati sudah memberi arahan agar holding company yang bakal dibentuk nanti dibagi menjadi dua PT.

Pertama, membawahkan BUMDes di Eks Kawedanan Comal dan Pemalang dengan anggota 105 desa. Kedua, membawahkan 106 desa di Eks Kawedanan Belik dan Randudongkal. Apa saja kebutuhan desa dan masyarakatnya akan bisa disuplai dengan harga murah karena diperoleh langsung dari produsen. 

Apakah hal itu nanti tidak akan mematikan pengecer dan agen yang selama ini sudah hidup sejahtera. Menurut Sekda, hal itu akan diserahkan kepada pasar. Dengan demikian, akan terjadi persaingan bisnis yang sehat.

Post a Comment for "Program Desa Informatika Kabupaten Pemalang"