Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tampil Lagi di Jerman, Bawakan Lagu Perdamaian, Berikut Sejarah Singkat Nasida Ria

Nasida Ria, Nasida Ria tampil di Jerman, Kasidah Nasida Ria, Qasidah Nasida Ria, Week Music Program Documenta Fifteen

Infomoga.com
-- Grup musik qasidah legendaris Nasida Ria tampil dalam ajang Opening Week Music Program Documenta Fifteen di Kassel, Jerman, Sabtu 18 Juni 2022.

Penampilannya sontak jadi perbincangan publik dan viral di media sosial. Padahal bukan kali ini saja grup musik asal Kota Semarang inj tampil di Jerman.

Dirangkum dari berbagai sumber, pada medio 80-90-an mereka dua kali tampil di acara musik di Jerman.

Pada penampilan kali ini, Nasida Ria membawakan sejumlah lagu andalan yang mempopulerkan namanya.

Di antaranya lagu "Perdamaiani", "Dunia dalam Berita", "Kota Santri", "Bila Bom Nuklir di Diledakkan" dan sejumlah lagu qasidah andalan lainnya.

Tampil dengan busana khas Nadisa Ria berwarna hitam dipadu kuning, penampilannya berhasil memukau penonton.

Antusiasme dan apresiasi para penonton terlihat kentara, bahkan beberapa dari mereka asyik berjoget mengikuti irama yang dibawakan Nasida Ria.

"Nasida Ria! Nasida Ria! Nasida Ria!" teriak para penonton.

Menurut keterangan Nasida Ria dalam story Instagram @nasidariasemarang, pentas di Jerman kali ini merupakan yang ketiga, setelah pada media 90-an mereka dua kali tampil.

Video penampilan Nasida Ria pun banyak dipuji dan diunggah di media sosial. Seperti oleh akun TikTok @AulAbiyzar, Minggu (19/6/2022).

Lantas, seperti apa sejarah perjalanan grup musik Nasida Ria hingga bertahan sampai sekarang.

Sejarah singkat Nasida Ria

Nasida Ria awal dibentuk 1975 di daerah kauman yang ada di Kota Semarang, Jawa Tengah.

H. Muhammad Zain beserta sang istri Hj. Mudrikah Zain adalah orang di balik keberadaan grup musik perempuan ini.

Nama Nasida Ria sendiri berasal dari kata "Nasyid" yang berarti lagu-lagu atau nyanyian dan kata "Ria" yang artinya gembira atau bersenang-senang. Jadi, secara harian nama grup musik ini berarti lagu atau nyanyian yang dibawakan.

Personelnya 9 orang sesuai huruf Nasida Ria, yakni Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah, dan Nur Ain.

Gaya bermusik Nasida Ria dipengaruhi musik dari gambus Arab. Malik Zain berkolaborasi dengan sahabatnya, seorang ulama kondang Semarang KH Buchori Masruri alias Abu Ali Haidar. Sebagian besar lirik dan nada lagu Nasida Ria ditulis Buchori.

Di bawah pimpinan Zain dan Buchori, Nasida Ria terus bersinar. Album pertama mereka, Alabaladil Mahbub, dirilis pada 1978. Nasida Ria mengikat kontrak dengan label ternama, Ira Puspita Record.

Pada tahun-tahun kejayaan mereka, 1980-an sampai 1990-an, lagu-lagunya menjadi hits. Didendangkan oleh banyak kalangan, dari pedesaan hingga perkotaan, bahkan sampai ke negeri Jiran.

Dalam film dokumenter The Legend of Qasida besutan Nazla, Anne K. Rasmussen, peneliti musik dari AS, menyebut Nasida Ria sebagai grup kasidah modern paling terkenal di Indonesia.

Meski mereka grup musik Islami, menurut Rasmussen, lagu-lagu mereka bicara tentang subjek yang luas.

“Ada tentang perdamaian, keadilan, juga hak-hak perempuan,” kata Rasmussen yang mengoleksi kaset Nasida Ria sejak 1995 itu.

Post a Comment for "Tampil Lagi di Jerman, Bawakan Lagu Perdamaian, Berikut Sejarah Singkat Nasida Ria"