Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenali Gejalanya, Ini Perbedaan DBD dan Demam Dengue


Infomoga.com -- Demam dengue dan demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit mematikan dan menelan korban cukup banyak di Indonesia.

Penyakit ini biasanya mulai menyerang dan terus meningkat saat musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Demam dengue maupun demam berdarah dengue (DBD) disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, selain COVID-19.

Baca juga: Ini 5 Manfaat Daun Pepaya, Salah Satunya untuk Demam Berdarah

Namun, menurut dokter Vito Anggarino Damay keduanya memiliki perbedaan gejala awal salah satunya demam.

Laman Mayo Clinic mencatat, DBD merupakan kondisi demam dengue yang lebih parah. Gejala umum demam dengue antara lain,

1. Diawali demam tinggi (di atas 40 derajat Celcius) selama empat hingga tujuh hari setelah digigit nyamuk,

2. Sakit kepala hebat,

3. Nyeri otot dan sendi,

4. Mual serta muntah.

"Sakit kepala sekali sampai sakit pada bagian belakang mata. Nyeri otot dan sendi parah, mual dan muntah," kata Vito.

5. Tanda berwarna merah biasanya baru muncul di seluruh tubuh tiga sampai empat hari setelah demam, kemudian berkurang setelah satu hingga dua hari.

Sementara itu, DBD umumnya memiliki gejala yang mirip dengan demam dengue seperti,

1. Demam dan ditambah muntah terus-menerus,

2. Sakit perut,

3. Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit sehingga menyebabkan memar keunguan.

"Selama sekitar sehari dua hari selanjutnya, kapiler darah di seluruh tubuh mulai merembeskan cairan mengalir dan membanjiri rongga perut," tutur Vito.

Cairan juga bisa mengalir ke rongga paru-paru hingga menyebabkan sesak napas, atau terjadi kerusakan pada kelenjar getah bening dan pembesaran hati hingga dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika demam tak kunjung turun dan gejala demam dengue mulai muncul untuk mendapatkan pengobatan.

Setelah pulih dari demam dengue, Anda memiliki kekebalan terhadap jenis virus yang menginfeksi Anda - tetapi tidak terhadap tiga jenis virus demam berdarah lainnya.

Baca juga: Teh Kunyit, Minuman Rempah untuk Jaga Stamina

Demam dengue disebabkan satu dari empat tipe virus dengue yang ditularkan nyamuk di dekat tempat tinggal manusia.

Selain itu, risiko DBD sebenarnya meningkat jika Anda terinfeksi untuk yang kedua, ketiga atau keempat kalinya.

Penyakit ini bisa Anda cegah, salah satunya dengan rajin membersihkan rumah termasuk menguras atau mengganti air bak mandi dan menutup semua tempat penyimpanan air bersih.

Umumnya nyamuk yang membawa virus dengue tinggal di dalam dan sekitar perumahan, berkembang biak di genangan air, termasuk di dalam ban mobil.

sumber: Tirto / Antara

Post a Comment for "Kenali Gejalanya, Ini Perbedaan DBD dan Demam Dengue"