Widget HTML #1

Kuota Pupuk Ditambah, Pemprov Jateng Berharap Kelangkaan Teratasi

Kuota Pupuk Ditambah, Pemprov Jateng Berharap Kelangkaan Teratasi

Infomoga.com -- Petani di Jawa Tengah bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, pemerintah pusat menyetujui penambahan kuota pupuk yang diajukan pemerintah provinsi Jawa Tengah sebanyak 390.000 ton.

Pengajuan kuota sebanyak 390.000 ton tersebut untuk mengatasi kelangkaan pupuk di kalangan petani. Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengatakan, permintaan tersebut telah disetujui pemerintah pusat.

“Kami sudah minta tambahan kuota pupuk dan sudah ada jawaban dari pemerintah pusat menyetujui penambahan pupuk yang diajukan Jateng. Segera didistribusikan tahun ini,” katanya seusai mengikuti rapat paripurna DPRD Jateng di Semarang, seperti dilansir gatra.com, Jumat (25/9). 


Menurut Ganjar, pemerintah pusat secara nasional menambah sebanyak 1 juta ton pupuk yang dialokasi per kabupaten/kota di Indonesia. Adanya penambahan kuota pupuk ini, maka kelangkaan pupuk yang terjadi di Jateng segara dapat teratasi sehingga tidak merugikan petani.

Kelangkaan pupuk yang terjadi selama ini dikarenakan karena alokasinya kurang, serta adanya percepatan tanam padi yang digerakkan Kementerian Pertanian, sehingga pembagian sangat sulit dilakukan dan harus benar-benar tepat sasaran. 

“Inilah mengapa harus ada kartu tani, agar semuanya presisi pembagiannya. Saya minta penyuluh pertanian menyampaikan kepada para petani,” ujar Ganjar.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Suryo Banendro mengatakan, sudah mengajukan penambahan kuota pupuk bersubsidi sebanyak 390 ribu ton pada 15 Juni 2020. 


“Kami mengajukan penambahan sebanyak 390 ribu ton pupuk. Mudah-mudahan bisa terealisasi semuanya untuk memenuhi kekurangan pupuk petani di Jateng,” harap dia.

Adanya penambahan pupuk ini, imbuh Suryo, maka tidak akan menganggu masa tanam para petani sehingga ketersediaan beras di Jateng tetap aman.

sumber: gatra.com

Post a Comment for "Kuota Pupuk Ditambah, Pemprov Jateng Berharap Kelangkaan Teratasi"