Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keluh Kesah Pedagang Tempe, Kedelene Larang, Tempene Bosok Ora Payu

Keluh Kesah Pedagang Tempe, Kedelene Larang, Tempene Bosok Ora Payu

Infomoga.com
– Pandemi Covid-19 membuat perekonomian luluhlantak. Dampaknya begitu keras menghantam hampir seluruh sendi perekonomian. Salah satunya pedagang kecil di Pasar Tradisional Moga Pemalang.

Banyak pedagang yang kehilangan mata pencaharian. Penutupan lokasi jualan atau sepinya pembeli menjadi sebab banyak pedagang yang terpaksa harus berhenti berjualan.

Seperti yang dialami salah seorang penjual tempe di Pasar Moga, menumpahkan keluh kesahnya lewat video dan viral di berbagai grup percakapan WhatApps.

Baca juga: Peduli Dampak Covid-19, BKAD UPK Pulosari Bagi-bagi Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, perempuan paruh baya yang mengaku berasal dari Moga komplek Baitul Latif mengungkapkan sepinya penjualan tempe kepada Wakil Bupati Pemalang, Mansur Hidayat..

“Assalamualaikum Pak Mansur yang saya hormati dan saya cintai, saya mohon, niki kulo masyarakat Moga, lagi kengeluhen tempe, tempe pada bosok, (Ini saya masyarakat Moga, ingin berkeluh kesah soal tempe, tempe pada busuk),” tuturnya.

Selain itu, tingginya harga komoditas kedelai yang merupakan bahan baku utama produk tempe ikut mempengaruhi sepinya penjualan.

"Tempene mboten pajeng, ancur terus bosok, kedelene wis sejuta satus sih kepripun? (Temoenya tidak laku, hancur, dan busuk, harga kedelai juga sudah menyentuh 1,1 juta, terus bagaimana?)," pungkasnya.

Baca juga: Mudik Masih Boleh Kok, Tapi ...

Kisah diatas hanya salah satu contoh kecil akibat badai pandemi Covid-19. Diluar sana masih banyak warga masyarakat yang harus berjuang lebih keras agar bisa bertahan.

Semoga Badai Pandemi Cepat Berlalu!

"Gelisah kumenanti tetes embun pagi
Tak kuasa ku memandang dikau matahari

Kini semua bukan milikku
Musim itu telah berlalu
Matahari segera berganti

Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu"

- Chrisye -

Post a Comment for "Keluh Kesah Pedagang Tempe, Kedelene Larang, Tempene Bosok Ora Payu"